Powered By Blogger

Kamis, 05 Agustus 2010

Kasih Yang Tak Dianggap






aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

selalu itu yg kau ucapkan padaku
sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah

aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

sebagai kekasih yg tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah

Rabu, 04 Agustus 2010

Rinduku








diantara gelapnya malam yang sunyi ini
hanya bersinarkan cahaya bulan
dan pijakan bintang yang berbinar di sela lembayung mataku
mengisyaratkan setitik rindu di dasar jiwa
yang terlantun untuk sang pujaan hati

meskipun jarak ini memisahkan kita
namun cinta tulus ini kan tetap setia menanti
di saat guguran dedaunan musim semi berjatuhan
mengalun lembut seperti senandung lagu
bergetar hingga ke dasar hatimu

untukmu kasih aku disini
bertahan dan tegar berdiri
mengukir 1 cinta yang akan abadi hingga masa berhenti
dengan ketulusan dan kasih sayang ini

wahai pujaan ku…
dengarkanlah kerinduan ini

Hati Yang Remuk Redam




Terkadang kita terluka
Terkadang kita tersakiti
Dan tak terlupakan
Rasa itu
Sakit…

Yang meskipun “maaf” terucap
Namun hatimu tak kunjung sembuh jua
Tak tahu apa yang harus kau lakukan
Dengan kebencian yang menguasai
Dengan kebencian yang menguasai
Dengan hati yang remuk redam
Musnahkan sgala cinta
Dan berikan kebencian
Dan dendam
Yang membara
Menyelimuti hati
Dan tak pernah habis
Bagai api
Menggerogoti
Seluruh – sekujur tubuhku
Hingga hangus tinggal tulang-tulangnya
Yang terbuat dari kebencian dan dendam
Yang membara
Bagai api
Bara
Menyiksa relung-relung kalbu
ku

Dan kuberlari
Mengejar – menjauh masa lalu
Dan masa depan
Datang menghantui
Membentuk bayang-bayang masa lalu
Dan hapuskan sgala asa
Pudarkan pendar-pendar cahaya yang bertebaran
Di langit luas
Langit malam yang kelam

Kini tanpa bintang

Dan yang kau berikan
Hanyalah dendam
Yang kini membara
Bagai api surga
Yang dikalahkan
Api neraka!

Yang slalu kau sulut
Hanyalah kebencian
Yang tak pernah habis
Menggerogotiku
Terus dan terus saja

Dan ku kan berlari

Menjauh-mendekatimu
Hingga ku bisa

Lakukan sgala hal
Yang buatmu siksa
Pedih!
Hingga kebencian itu
Hilang
Dari dalam relung-relung kalbu
Bagai awan
Di langit malam
Kelam

cinta sejati


Bawalah hatimu kemana saja engkau mau
sesungguhnya cinta pertama itulah cinta sejati
Berapa banyak tempat sudah disinggahi
namun kerinduan tetap pada kampung halaman

Api kerinduan meronta ingin selalu dekat denganmu
celaan itu hanyalah sebuah kesalahan
tidaklah aku berpaling darimu karena celaan
dan tidaklah aku berpaling darimu kecuali sementara waktu saja

Kutinggalkan yang lain sejak kukenal kekasih sejati
seolah-olah bekal perjalanan yang tiada habisnya
Seumur hidup kegembiraan ini tak dapat menutupi penyesalanku
karena telah meninggalkan kekasih

Seribu satu bayangan menawan hati setiap malam
jatuh cinta kepada yang ini kemudian kepada yang itu
namun keesokan hari begitu cepat melupakannya
Dahulu hatiku hampa sebelum terisi cinta kepadamu
sibuk mengingat yang lain, terlena dalam permainan
Ketika cintamu memanggil hatiku ia membalasnya
Kulihat ia tidak lagi berpindah ke lain hati
Teruskanlah hubungan ini jika engkau mau
putuskanlah jika itu memang plihanmu
hatiku tidaklah baik kecuali bersamamu
sungguh aku kehilanganmu bila aku berbohong
sungguh tiada lain didunia ini yang lebih membuatku gembira
sekiranya seluruh keindahan ada di kota ini
namun akan terasa hampa jika engkau lenyap dari pandanganku

jika engkau hilang dari pandanganku maka pikiran selalu melayang mengingatmu
jika impian tidak mengunjungiku
maka hati ini akan mengunjungimu
jiwaku adalah lisan yang menggambarkan tentang cintamu
jiwaku adalah hati dan engkaulah yang menyebarkan isi hati

jiwa ini mati karena penyakitnya
namun ia menyembunyikan penyakitnya itu dari orang-orang yang menjenguknya
betapa pilu arwah ini mengadukan cintanya
yang ia berikan kepada selain kekasih hati

Wahai orang-orang yang pergi dalam keadaan lalai
sampai kapankah engkau menganggap baik perbuatan keji
sampai kapan dan kapan engkau tidak takut datangnya hari itu
yaitu hari ketika Allah membuat bicara seluruh anggota badan
sungguh aneh, padahal engkau orang yang dapat melihat
bagaimana mungkin engkau tersesat dari jalan yang terang

Kami berlepas diri kepada Allah
dari orang-orang yang terkena virus musik dan nyanyian
berapa kali aku katakan wahai manusia
kalian berada di tepi jurang kehancuran
namun mereka justru mencela kami
mereka terus larut dalam kesesatan mereka itu
sementara kami kembali kepada Allah meniti jalan yang lurus
kami menjalani hidup di bawah naungan sunnah rasulullah
sementara mereka mati dalam keadaan bersenandung ria